Berhati-hatilah!, Membentak Anak Bisa Sebabkan Kerusakan Pada Otak

Membentak anak seringkali dilakukan oleh orangtua karena berbagai sebab, bisa karena tingkah laku dan keinginan anak yang memang membuat kesal hingga masalah pribadi orangtua yang berujung pelampiasan terhadap anak. Tentu membentak anak menimbulkan hal yang negatif terutama dalam menciptakan ketidaknyamanan dan respon akan pemberontakan.

Dari berbagai sumber, Bahaya Membentak Anak ini akan membuatnya menjadi pribadi yang tertutup. Selain itu anak akan mencari sosok lain seperti teman sebagai orang terdekatnya sehingga hubungan orangtua dan anak akan menjadi renggang.

Bahaya Membentak Anak

Mengapa Membentak Anak Sebaiknya Tidak Dilakukan?

1. Membentak Anak Sebabkan Kerusakan Otak

Dari keterangan psikiatri diperoleh data bahwa anak yang sering dibentak akan mengalami kerusakan struktur pada otaknya. Selain itu saluran yang menghubungkan otak kanan dengan otak kiri menjadi lebih kecil dimana hal tersebut berhubungan dengan emosi dan perhatian anak. Dengan kata lain anak akan mengalami kecemasan, depresi dan gangguan kepribadian. Bahkan hal tersebut bisa mengakibatkan keinginan untuk bunuh diri ataupun terjangkit penyakit epilepsi.

Terlebih lagi jika membentak anak di usia golden age yaitu antara 2 hingga 3 tahun dimana sel otak yang sedang tumbuh akan gugur karena bentakan tersebut.

2. Sikap Lembut Orangtua Menjadi Lebih Sehat Untuk Anak

Beda dengan bentakan, belaian atau kelembutan orangtua justru akan menumbuhkan sel otak yang terbentuk dengan indah. Seorang peneliti bahkan memasang alat perekam otak pada anaknya sendiri dan melihat perkembangan otak sang anak begitu pesat ketika bersikap lemah lembut.

Sementara ketika anaknya dibentak ataupun dikejutkan, maka rangkaian otak akan menggelembung seperti balon dan pecah. Tak hanya itu saja, membentak anak juga akan berpengaruh pada organ tubuh lain seperti jantung maupun hati.

Bagaimana Cara Mengatasi Bentakan Pada Anak?

1.  Ketika emosi telah memuncak, bernapaslah dengan tenang dan hembuskan secara perlahan. Tutup dahulu mata Anda dan cobalah menenangkan diri dan tidak terbawa suasana.

2.  Setiap pribadi anak sangatlah menyenangkan, meski kadang bersikap nakal. Karenanya ajari kedisiplinan dengan cara berkasih sayang.

3.  Senantiasa menjadi contoh bagi anak dan menasehatinya dengan bahasa yang halus dan lembut.

4.  Mengajari anak tentang mengekspresikan perasaan yang baik terhadap sesama.

5.  Memberikannya aturan yang jelas tentang bermain ataupun menonton televisi sehingga anak akan tersadar secara mandiri.

6.  Senantiasa memberikan pujian jika ia melakukan hal yang baik dan merekatkan hubungan dengan mengakrabkan diri kepada anak.

7.  Tetaplah bersabar karena setiap orang tua tidaklah sempurna. Ajak pula anak untuk berbicara dengan lembut.

Itulah Bahaya Membentak Anak yang bisa menyebabkan kerusakan pada otak. Bahkan membentak anak dalam islam telah jelas dilarang. Semoga bermanfaat.


Author Profile

About Hana

Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat.